POJOK OPINI : Crab Mentality



SIGMA TV UNJ - Selasa (14/09/2021). Apakah kalian pernah mengamati sekumpulan kepiting dalam sebuah wadah? Jika diamati lagi, ternyata mereka saling menarik satu sama lain ketika salah satu kepiting ada yang mencoba untuk mencapai permukaan wadah. Tanpa disadari, ternyata hal tersebut sering terjadi di sekitar kita. Sikap kepiting yang saling menarik satu sama lain ini juga sering dianalogikan sebagai pola pikir egois dan ketidaksukaan terhadap keberhasilan orang lain. Dalam istilah psikologi, hal ini disebut sebagai crab mentality atau mentalitas kepiting.


Apa itu Crab Mentality? Mentalitas kepiting adalah pola perilaku individu yang terjadi ketika seseorang gagal dan tidak mau orang lain berhasil. Di sisi lain, mereka juga mencoba untuk menghalangi seseorang yang sedang berusaha untuk mencapai kesuksesan. Perasaan iri adalah hal yang mendasari perilaku ini, namun tidak salah jika kita menganggap bahwa Crab Mentality juga bagian dari menjadi seorang manusia. Analogi mentalitas kepiting dalam sebuah ember juga dapat dikatakan sebagai sikap kompetitif dan interaksi sosial yang cukup kontroversial dimana norma kelompok tentang rasa hormat, bantuan, serta dukungan dari sesama dilanggar.


Jika saya tidak dapat memilikinya, maka anda juga tidak.” Pemikiran tersebut menggambarkan salah satu perilaku dari Crab Mentality. Jenis mentalitas ini adalah cerminan yang buruk dari kepribadian diri seseorang sehingga menciptakan persaingan lingkungan, dan permusuhan karena cenderung tidak adanya kerja sama dan kemudian mengarah pada iri hati.


Beberapa orang yang memiliki mentalitas kepiting biasanya akan merasa sangat bangga pada diri sendiri, sehingga tak jarang mereka menganggap bahwa orang lain lebih rendah dari mereka. Hal ini membuat mereka akan merasa panik dan tertekan ketika rekan sesamanya memiliki kinerja yang lebih baik. Beberapa contoh perilaku dari Crab Mentality misalnya meremehkan kerja keras seseorang, menjatuhkan rekan kerja untuk terlihat lebih unggul, hingga memanipulasi seseorang.


Nah, penyebab sesorang memiliki Crab Mentality juga bermacam-macam, diantaranya :


1. Ketergantungan Hidup Berkelompok

Manusia pada umumnya cenderung hidup berkelompok dan bergabung satu sama lain untuk memudahkan agar mereka bisa mencapai tujuan bersama. Sementara itu, hidup berkelompok juga akan memicu timbulnya persaingan dalam berbagai hal. Dengan kondisi seperti ini, tak jarang suatu kelompok merasa bahwa anggota kelompoknya tidak boleh ada yang mengalami perubahan, termasuk kemajuan.


2. Kepercayaan Diri Rendah

Kondisi ini berlaku bagi pelaku maupun korban. Ketika melihat ada orang lain yang berusaha menuju kesuksesan, pelaku merasa kurang percaya diri untuk mengikuti jejaknya dan akhirnya menghasut orang lain agar tidak bertindak seperti itu. Sementara bagi korban, ketika ia berusaha untuk menuju kesuksesan, rasa percaya dirinya justru menjadi rendah dan akhirnya mudah terhasut dengan sindiran atau ejekan temannya.


3. Terlalu Kompetitif

Memiliki jiwa kompetitif memang baik, namun akan berdampak buruk jika berlebihan. Perasaan tertekan dan merasa terancam akan timbul jika seseorang melihat rekannya memiliki kemajuan. Kondisi ini akhirnya membuat si pelaku terkesan mencemooh berbagai kemajuan yang terjadi, padahal hal ini dilakukan agar hanya ia saja yang bisa mengalami kemajuan dalam hidup.


4. Rasa Iri

Ketika melihat perubahan positif yang terjadi dalam hidup seseorang, pelaku merasa iri dan perlu melakukan sesuatu yang menjerumuskan agar hal positif tersebut tidak terjadi pada orang lain.

Sindrom ini bisa terjadi kepada siapa saja, dan dari kelompok sosial mana saja. Maka, untuk mengatasinya, paling tidak seseorang harus bisa menahan diri dan bersikap lapang dada serta ikut bergembira dengan kesuksesan yang orang lain raih.


Selain itu, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindari Crab Mentality, Yaitu :


1. Cari Teman Suportif

Jika kelompok pertemanan lama-mu dirasa cukup menghambat kemajuanmu, kamu bisa mengurangi frekuensi berkumpul dengan teman lama dan menambah teman baru yang cukup suportif.

2. Mengembangkan Diri

Kamu bisa meningkatkan pengetahuanmu agar bisa termotivasi untuk mencapai kemajuan dalam hidup.

3. Bicarakan Keresahan

Kamu bisa memulai meceritakan keresahan atau mungkin ketertarikan terhadap sesuatu kepada orang yang kamu percaya, dengan begini kamu bisa mengetahui pandangan mereka dan lebih selektif lagi dalam memilih teman.

4. Percaya Diri

Hal terpenting dalam menghindari Crab Mentality adalah kepercayaan diri. Jika kamu percaya diri, maka kamu tidak perlu pusing memikirkan pendapat atau pandangan orang lain terhadapmu. Kita juga harus bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Menanamkan sikap gigih dan mengembangkan kemampuan diri juga bisa dilakukan untuk menghindari Crab Mentality.


Dosen Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Jakarta, Dr. Susi Fitri, M. Si.,Kons mengatakan bahwa ciri seseorang yang memiliki sikap crab mentality ialah suka membicarakan keburukan orang lain yang lebih berprestasi karena ia tidak ingin orang tersebut lebih baik daripada dirinya. Mereka yang merasa harga dirinya rendah dibanding orang lain adalah salah satu orang yang cukup rentan untuk memiliki sikap Crab Mentality. Namun, sikap ini tidak sepenuhnya berkaitan dengan kepribadian seseorang, melainkan lingkungan yang mendorong munculnya crab mentality.


Seringkali sikap Crab juga Mentality dikaitkan dengan perilaku kompetitif. Padahal secara natural manusia tidak berkompetisi, sistem lah yang menciptakan kompetisi diantara manusia sendiri. Kita juga perlu melihat apa yang mungkin seseorang rasakan ketika memiliki Crab Mentality, orang yang mengalami ini sebenarnya tidak percaya diri dengan posisinya sehingga ia merasa tidak aman. Alih-alih menyalahkan orang tersebut, kita bisa mencoba untuk menempatkan diri dalam posisinya dan mencari tahu apa yang bisa membuatnya merasa tidak suka dengan prestasi orang lain. Perasaan takut tergantikan, takut dianggap bodoh, dan takut dianggap tidak kompeten adalah hal yang biasanya dirasakan oleh para pengidap Crab Mentality.


Namun ketika ternyata diri kita sendiri yang mengalami perasaan tersebut, kita harus melihat secara realistis. Terkadang kita menginginkan prestasi seperti orang lain agar bisa mendapatkan apresiasi, padahal hal tersebut bukanlah sesuatu yang kita inginkan. Kita perlu bertanya dengan diri sendiri apa yang sebenarnya kita inginkan, prestasi dan apresiasi tentu merupakan dua hal yang berbeda.


Agar terhindar dari perilaku Crab Mentality, kita harus sadar dan mengetahui keinginan diri sendiri. Hidup secara otentik merupakan hal yang sangat penting, jadikan prestasi orang lain hanya sebagai bench mark. Dont hate yourself, be gentle to yourself. Karena satu-satunya teman yang ada untuk kita adalah diri sendiri. (SigmaTV/Vania)

13 tampilan0 komentar