Quarter Life Crisis

SIGMA TV UNJ – Senin (26/07/21) Istilah Quarter Life Crisis kini semakin banyak digunakan. Namun, mungkin masih banyak dari kita yang belum begitu paham atau bahkan belum pernah mendengar istilah tersebut. Apa sih yang sebenarnya dimaksud dari quarter life crisis itu? Quarter life crisis atau krisis seperempat abad adalah suatu periode saat seseorang berusia antara 20–30 tahun yang merasa cemas, ragu, gelisah dan bingung pada tujuannya di masa depan. Ada juga kasus seseorang yang mulai menghadapi hal tersebut di usia 18 tahun, akan tetapi kasus itu sangat langka terjadi. Biasanya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, ekonomi, pekerjaan, percintaan dan kehidupan sosial. Persoalan quarter life crisis banyak dirasakan oleh kalangan generasi milenial sekarang.


Penyebab

Quarter life crisis biasanya dimulai ketika seseorang menghadapi sebuah masalah untuk pertama kalinya dalam hidup seorang dewasa muda. Ada beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab terjadinya quarter life crisis, di antaranya:

· Menghadapi masalah pekerjaan atau finansial

· Cita-cita yang tidak tercapai

· Mencoba hidup mandiri untuk pertama kalinya

· Pertama kali menjalani hubungan romantis yang serius

· Putus hubungan asmara setelah menjalin dengan serius sekian lama

· Membuat keputusan pribadi yang rumit untuk jangka waktu yang lama


Tanda-tanda

Dikutip dari Hellosehat.com, seseorang yang sedang mengalami quarter life crisis memiliki tanda-tanda atau gejala sebagai berikut :

1. Mulai mempertanyakan apa sebenarnya tujuan hidup. Hal apa yang ingin dicapai untuk masa depan nanti.

2. Merasa hanya jalan di tempat, terjebak di satu situasi dan tidak pernah bisa keluar. Tidak ada kemajuan sama sekali dalam hidupnya.

3. Kurang motivasi diri dalam menjalankan aktivitas kehidupan sehari-hari.

4. Takut atau bingung untuk keluar dari zona nyaman.

5. Tidak merasa bahagia dengan sesuatu yang berhasil dicapai.

6. Merasa terombang-ambing dalam menghadapi persoalan hidup.

7. Merasa tertekan dengan lingkungan sekitar misalnya lingkungan keluarga dan lingkungan pekerjaan.

8. Iri dengan teman sebaya yang sudah mencapai impiannya lebih dulu.


Cara Untuk Menghadapi Quarter Life Crisis

Krisis yang mempertanyakan kualitas hidup dan identitas diri ini ternyata bisa berdampak sangat buruk terhadap hidup. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja dan semangat hidup seseorang. Quarter life crisis sendiri bisa dihadapi dengan memperbaiki kualitas diri. Agar hidup bisa menjadi lebih produktif, positif dan bermanfaat. Maka jangan hanya berdiam diri dan kamu harus segera bangkit dari keraguan. Berikut ada beberapa cara yang mungkin bisa membantumu dalam menghadapi dan keluar dari fase ini :

1. Kenali diri sendiri

Pertama kamu harus mengenali diri sendiri. Apa yang ingin kamu lakukan ke depannya, kelebihan serta kekurangan yang dimiliki. Mulailah untuk menerima dirimu sendiri (self love).

2. Jangan memendam masalah

Jika memiliki masalah, cobalah untuk menceritakannya kepada orang terdekat dan yang dipercaya. Mungkin orang yang mendengarkan memiliki solusi untuk membantumu. Apabila masalahnya lebih serius, kamu bisa berkonsultasi ke ahli psikolog atau psikiater. Sebagai makhluk sosial, manusia juga sesekali membutuhkan pertolongan orang lain.

3. Berhenti membandingkan diri dengan orang lain

Jangan senang membandingkan diri dengan orang lain, karena hal itu tidak akan ada habisnya. Fokus untuk mengembangkan potensi diri sendiri adalah langkah yang baik untuk mengurangi sifat tersebut.

4. Membuat rencana hidup

Pikirkan rencana untuk beberapa tahun ke depan, apa yang ingin diraih dan bagaimana caranya meraih mimpi itu. Selain itu, cobalah belajar terkait perencanaan finansial yang baik agar kamu memiliki tabungan masa depan guna menata kehidupan yang lebih baik.

5. Ubah keraguan menjadi tindakan

Ketika kamu bingung akan suatu hal dalam hidup, jadikan itu kesempatan untuk menemukan tujuan baru. Misalnya, bingung karena merasa tidak cocok dengan pekerjaan. Cobalah mengisi waktu luang dengan melakukan kegiatan lain yang lebih positif, tetapi tetap menjalankan tanggung jawab dalam bekerja.

6. Mencari hobi baru

Jika merasa tidak produktif, cobalah untuk mencari hobi baru. Aktivitas yang produktif dapat mengembangkan kemampuan diri kamu menjadi jauh lebih baik.


Quarter life crisis bisa menyerang dan menimpa siapa saja, karena sesungguhnya memiliki masalah dalam hidup adalah sesuatu yang sangat wajar bagi seorang manusia. Untuk menghadapi fase ini, kamu membutuhkan fisik dan mental yang kuat supaya krisis ini tidak berlanjut lebih jauh. Oleh karena itu, selain memperhatikan kebutuhan rohani, jangan lupa juga untuk merawat jasmani, dengan berolahraga dan mengonsumsi makanan yang bergizi. Apabila masih mengalami kesulitan menghadapi quarter life crisis, jangan ragu untuk pergi berkonsultasi dengan ahli psikolog atau psikiater. Sigma tv/Erlangga

25 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua