SEMESTER BARU: UNJ TERAPKAN PEMBELAJARAN HYBRID


SIGMA TV UNJ Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya banyak penyesuaian di tengah kehidupan masyarakat. Di awal pandemi, ruang untuk melakukan kegiatan di tempat umum sangat dibatasi sehingga banyak kegiatan yang harus dikerjakan dari rumah. Pendidikan, menjadi aspek yang tak luput terkena imbas dari pandemi. Dua tahun pandemi berlangsung, pada akhirnya masyarakat dapat sedikit bernapas lega karena laju penyebaran yang mulai menurun. Instansi-instansi mulai membuka kembali ruang ruang bagi masyarakat untuk dapat kembali beraktivitas secara langsung. Lembaga pendidikan yang tadinya banyak melakukan pembelajaran secara daring kini secara bertahap mulai membuka kembali sekolah sekolah maupun perguruan tinggi sebagai tempat bagi siswa siswa untuk berkumpul dan belajar secara langsung.


Sama hal nya yang terjadi di Universitas Negeri Jakarta. Semester baru telah dimulai dan UNJ tengah melakukan penyesuaian di semester baru ini dengan membuka pembelajaran secara hybrid. Hal tersebut tertera dalam Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor I bidang akademik. Dalam Surat Edaran tersebut dijelaskan bahwa sampai saat ini UNJ masih membatasi kapasitas kampus yang hanya boleh diisi sebanyak 75% dari total kapasitas. Maka dari itu, kegiatan pembelajaran luring diprioritaskan bagi prodi-prodi yang metode pembelajarannya banyak menggunakan praktikum. Meskipun demikian, pembelajaran secara luring tetap harus memperhatikan protokol kesehatan dan mahasiswa yang mengikuti diharuskan untuk memperoleh vaksin dosis ketiga atau booster sebagai persyaratan mengikuti pembelajaran tatap muka.


Pandemi Covid-19 nyatanya bukan menjadi alasan utama belum terlaksananya pembelajaran tatap muka secara penuh di UNJ. Seperti yang kita ketahui, beberapa tahun ini UNJ tengah melaksanakan pembangunan dengan merevitalisasi beberapa gedung yang sudah berumur. Akibatnya, beberapa prodi harus dipindahkan ke gedung lain untuk sementara. Adapun salah satu gedung yang mengalami revitalisasi adalah Gedung R yang ditempati Fakultas Ekonomi. Akibat demolisasi, Fakultas Ekonomi ditempatkan di beberapa gedung yang berbeda untuk sementara, di antaranya berada di Gedung Raden Ajeng Kartini dan Gedung Pascasarjana. "Untuk pembelajaran tatap muka secara penuh belum dapat kita lakukan dalam waktu dekat karena pembangunan gedung-gedung yang diperkirakan baru akan selesai di tahun 2023 atau 2024. Mungkin setelah itu perkuliahan secara offline baru dapat dilakukan", ujar Prof. Dr. Suryono, M.si, Ph. D selaku Wakil Rektor I bidang akademik. Beliau juga menambahkan bahwa perkuliahan secara tatap muka dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan antara mahasiswa dan dosen pengampu dengan memperhatikan ketersediaan ruangan.


Menurut Wakil Dekan FE bidang akademik, Prof. Usep Suhud, M.Si, Ph. D, pembelajaran tatap muka juga penting untuk memastikan efektivitas dalam kegiatan perkuliahan. "Itu kenapa pembelajaran luring jauh lebih efektif, karena seluruh unsur pedagogik dapat dilihat dan dinilai", ujarnya.


Dengan bantuan teknologi, pembelajaran dari rumah memang terkesan mudah. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa hal tersebut memberikan kesan yang monoton bagi para mahasiswa yang mengakibatkan banyak diantara mereka yang merasa jenuh. "Jujur jenuh, jenuh banget. Setiap hari kelas kalau bangun langsung laptop. Kadang pengen ngerasain juga suasana lab secara offline di kampus sendiri", ujar Daffa, salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Bahasa dan Seni yang saat ini gedungnya sedang direvitalisasi. Mahasiswa lainnya mengharapkan agar pembangunan di UNJ dapat segera terselesaikan sehingga seluruh mahasiswa dapat terpenuhi kebutuhan akademiknya dan pembelajaran tatap muka secara menyeluruh segera terwujud. SIGMA TV UNJ/Andini






37 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua